
KORANPALPOS.COM – Warga di Kecamatan Payaraman, Kabupaten Ogan Ilir, menyampaikan protes tidak biasa dengan menanam pohon pisang di atas jembatan yang jebol.
Menanggapi keluhan masyarakat, Sayuti, Anggota DPRD Ogan Ilir dari Fraksi PKS Dapil IV, menyampaikan kritik keras terhadap buruknya kualitas pembangunan jembatan tersebut. Ia menilai pekerjaan yang dilakukan sebelumnya terkesan asal-asalan dan tidak mengutamakan kualitas material, sehingga jembatan cepat kembali mengalami kerusakan.
“Kita sangat kecewa dengan adanya bangunan jembatan yang terkesan dibangun asal-asalan. Tampak kualitas materialnya sangat buruk sekali. Jembatan ini menjadi sarana utama masyarakat, namun sudah beberapa kali rusak dan hanya diperbaiki secara tambal sulam.Kini kembali rusak dan belum ada kejelasan kapan akan diperbaiki,” tegas Sayuti.
Sayuti menegaskan bahwa konstruksi jembatan seharusnya dibangun sesuai standar teknis, mengingat kendaraan yang melintas memiliki tonase cukup besar.
“Jangan sampai buruknya kualitas bangunan ini nantinya malah mengancam keselamatan, keamanan, dan kenyamanan warga. Jika tidak dibangun dengan baik, kerusakan akan terus berulang dan justru menghambat distribusi barang, jasa, serta aktivitas perekonomian masyarakat,” ujarnya.
Sebagai wakil rakyat, Sayuti meminta Pemerintah Kabupaten Ogan Ilir segera berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan untuk mempercepat perbaikan jembatan tersebut.
Ia mengingatkan bahwa jembatan ini merupakan kewenangan pemerintah provinsi, namun pemkab tetap dapat mengambil langkah darurat bila diperlukan demi keselamatan masyarakat pengguna jembatan.
“Kita berharap pemkab dapat segera mengambil tindakan, baik melalui koordinasi dengan pemprov maupun memanfaatkan dana darurat. Keselamatan masyarakat Ogan Ilir harus menjadi prioritas,” tutupnya.