Perjalanan Dakwah & Kiprah Politik di Bumi Caram Seguguk
Jejak Perjalanan Dakwah & Kiprah Politik di Bumi Caram Seguguk
Partai Keadilan Sejahtera (PKS) hadir di Kabupaten Ogan Ilir sejak awal berdirinya daerah ini sebagai kabupaten pemekaran dari Kabupaten Ogan Komering Ilir pada akhir tahun 2003. Kehadiran PKS di Ogan Ilir dirintis oleh para aktivis dakwah dan tokoh pemuda yang memiliki komitmen kuat untuk menghadirkan warna politik yang beretika, bersih, dan berorientasi pada kemaslahatan umat.
Pada masa awal perjuangan, struktur kepengurusan masih sangat sederhana dengan sarana dan fasilitas yang terbatas. Namun, militansi kader, kekokohan ukhuwah, serta program pelayanan sosial yang langsung menyentuh masyarakat pedesaan membuat PKS dengan cepat diterima secara hangat oleh warga Ogan Ilir.
Seiring berjalannya waktu, kepercayaan masyarakat Ogan Ilir kepada PKS tercermin nyata dalam perolehan kursi legislatif di DPRD Kabupaten Ogan Ilir. Dari pemilu ke pemilu, Fraksi PKS konsisten menjadi penyambung lidah rakyat, memperjuangkan anggaran pendidikan, kesehatan, serta infrastruktur pertanian yang menjadi urat nadi perekonomian daerah.
Momentum penting dalam dinamika internal partai ditandai dengan penyelenggaraan Musyawarah Daerah (Musda) secara berkala sebagai mekanisme konsolidasi, evaluasi, dan regenerasi kepemimpinan yang demokratis dan beradab. Setiap periode melahirkan kepengurusan baru yang membawa energi pembaharuan.
Terselenggaranya Musyawarah Daerah (Musda) VI pada tahun 2025 menjadi tonggak sejarah penting baru. Musda VI menetapkan kepemimpinan H. Husnul Anam, S.HI sebagai Ketua DPD PKS Ogan Ilir, dengan visi strategis penguatan struktur hingga tingkat akar rumput dan penyiapan kader-kader unggul menyongsong Pemilu 2030.
Kini, DPD PKS Ogan Ilir telah bertransformasi menjadi kekuatan politik yang matang, solid, dan terpercaya. PKS Ogan Ilir terus memegang teguh komitmen untuk senantiasa hadir melayani, membela, dan memperjuangkan hak-hak rakyat menuju Kabupaten Ogan Ilir yang religius, sejahtera, dan bermartabat.